Beras Merah dan Sejarah Panjangnya
Beras Merah Dalam Sejarah Cina
Dahulu kala, di China beras merah disebut sebagai beras terlarang (forbidden rice). Karena pada masa itu hanya keluarga kerajaan yang boleh mengkonsumsinya.
Tentu menjadi makin penasaran kan, kenapa beras merah dianggap sebagai barang terlarang di zaman itu. Karena beras merah memang mahal, dibanding beras lainnya. Kenapa? Cara budidaya beras merah lebih rumit dibanding beras lainnya, sehingga harganya mahal, dan stok tidak melimpah beras putih. Itu sebabnya kemudian menjadi beras “priyayi” yang mahal dan terhormat. Karena memang kandungan nutrisinya sangat banyak dan luar biasa. Dan di zamannya dahulu kala, beras murah hanya eksklusif untuk para raja dan keluarganya.
Di kalangan masyarakat, Beras Merah memang lebih terkenal daripada Beras Hitam. Beras Merah sebelumnya lebih dikenal sebagai pakan burung oleh sebagian masyarakat. Namun, setelah penelitian dilakukan oleh para ilmuwan, ternyata Beras Merah mempunyai khasiat kesehatan yang lebih baik daripada beras putih.
Beras Merah dan Sejarah China- Beras sebagai sumber utama makanan bagi populasi setengah penduduk dunia maka membuat padi menjadi tanaman yang penting. Sekitar 50 negara di dunia menghasilkan beras setiap waktunya dengan China dan India menyuplai 50 persen kebutuhan dunia. Negara – negara Asia tenggara juga ikut andil mengambil bagian untuk mengisi kebutuhan beras dunia. Lebih dari 300 juta hektar tanah di Asia sudah dimanfaatkan untuk menanam padi.
Budidaya padi yang sekarang mulai marak di banyak negara sudah dimulai sejak 7000 tahun yang lalu. Dua varietas yang pertama kali dibudidayakan adalah beras asia (Oryza Sativa) dan beras afrika (Oryza glaberrima) yang kemudian diadaptasikan di banyak negara berkultur pertanian seperti di Eropa (Spanyol, Italia, dan Prancis) dan negara – negara Amerika Selatan.
Terdapat lebih dari ratusan jenis beras di seluruh dunia dan diantaranya dikonsumsi sengaja dengan kulit arinya untuk mendapatkan gizi dan serat yang lebih banyak. Lapisan kulit ari beras merah diketahui mempunyai kandungan 95 % mineral yang terdiri atas zat besi, natrium, kalium, Zinc, mangan, dan lain – lain. Bagian dalam beras merah mengandung zat protein dan karbohidrat
Apa Itu Beras Merah?
Adalah jenis beras yang dihasilkan dari padi dipanen dan kemudian dikeringkan untuk menghilangkan kadar airnya sampai mencapai minimal 14 % dan diproses pecah kulit saja atau masih tersisa kulit arinya. Beras merah memiliki rasa yang unik dan bergizi tinggi. Beras merah di lapangan kadang diartikan seperti gulma karena tumbuh berbeda diantara di pertanaman padi biasa pada umumnya.
Beras merah unggul mempunyai rasa yang komplek dan tekstur yang lembut serta warna merah yang indah. Beras merah juga tidak mengandung gluten dan membuatnya menjadi pengganti yang sangat baik untuk beras putih.
Beras merah mempunyai harga yang lebih tinggi di pasaran dikarenakan kualitas kandungan nutrisi dan pengolahan pasca panennya yang lebih berat dari proses menghasilkan beras putih. Di berbagai toko modern, beras merah banyak dikemas secara eksklusif untuk konsumennya. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang sadar akan pentingnya kesehatan, penjualan beras merah diperkirakan akan terus meningkat sepanjang waktu.
Beras merah mempunyai aspek sosial budaya di berbagai negara, seringkali kita melihat beras merah sebagai salah satu komposisi di makanan tradisional seperti pecel, kemudian seringkali juga kita melihat beras merah ada di acara adat budaya, hal ini menandakan beras merah mempunyai sejarah yang panjang di negara ini.
6 Fakta Beras Merah Yang Belum Pernah Anda Ketahui
asi merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia. Terdapat berbagai jenis nasi, contohnya nasi merah. Beras merah sendiri berasal dari padi yang kemudian dikeringkan untuk menghilangkan kadar airnya sampai mencapai minimal 14 %. Lalu, lapisan terluar atau kulit ari/sekam dari biji padi dikupas dan hasilnya adalah beras merah. Warna beras merah ini sendiri berasal dari kandungan antosianin yang merupakan pigmen warna alami.
Sejarah beras merah ini cukup unik, karena pada masa kerajaan Tiongkok, beras ini disebut sebagai beras terlarang karena hanya keluarga kerajaan saja yang boleh memakan beras merah ini. Namun seiring berjalannya waktu, beras merah mulai berkembangbiak dan memiliki banyak jenis. Seperti hal nya di Indonesia, khususnya pulau Jawa dan Sumatera yang terdapat lahan budidaya beras merah ini.
1. Beras Merah Aman Untuk Penderita Diabetes
Mengapa beras merah aman untuk penderita diabetes? Hal ini karena beras merah memiliki indeks glikemik yang rendah, maka dari itu rasa nasi merah hambar. Indeks glikemik adalah suatu ukuran untuk mengindikasikan seberapa cepat karbohidrat dalam makanan akan berubah menjadi gula oleh tubuh manusia.
Nasi putih tinggi akan glukosa dan memiliki indeks glikemik yang tinggi, sehingga rasanya manis saat Anda makan. Saat mengonsumsi beras merah, maka pelepasan gula akan lebih lambat daripada nasi putih.
Bahkan, Asosiasi Diabetes Amerika (American Diabetes Association) juga merekomendasikan untuk memilih beras merah padat gizi daripada nasi putih untuk penderita diabetes. Konsumsi gula akan terkontrol dan kondisi tubuh penderita diabetes pun tidak akan memburuk.
2. Beras Merah Kaya Akan Serat
Berbeda halnya dengan beras putih, beras merah melalui proses penggilingan yang tidak sempurna, hal inilah yang membuat beras merah lebih kaya akan serat dan vitamin. Kandungan serat pada 100 gram beras merah mencapai 1,3 gram dan beras putih hanya 0,2 gram saja.
Perbandingan ini sangat besar. Dengan serat yang cukup banyak untuk 100 gram nya, maka beras ini sangat cocok bagi kalian yang tidak suka sayur atau buah karena sudah mengandung cukup serat.
Serat ini membantu melancarkan pencernaan kita karena serat mudah diproses oleh lambung. Serat juga dapat menyerap air, sehingga membuat buang air besar kita lebih lancar, untuk itu makanlah makanan yang kaya serat seperti beras merah agar pencernaan lancar.
3. Beras Merah Cocok Untuk Diet
Pernahkah Anda mendengar jika ingin diet jangan makan nasi? Anggapan tersebut bisa saja benar dan bisa salah. Anda boleh tetap mengkonsumsi nasi dalam porsi yang cukup dan tidak berlebih. Namun, kebiasaan orang Indonesia adalah makan menggunakan nasi putih dengan porsi yang banyak. Maka, nasi merah merupakan pengganti yang cocok untuk diet.
Beras merah mengandung banyak serat hal tersebut membuat Anda merasa kenyang lebih lama karena lambung butuh waktu cukup lama untuk memproses serat, sehingga lambung tidak akan mengirimkan sinyal lapar kepada otak.
4. Kalorinya Lebih Rendah Dibandingkan Nasi Putih
Kalori 100 gram nasi merah hanya 110 kalori saja, sedangkan nasi putih mencapai 130 kalori. Apalagi jika nasi di goreng, bayangkan saja sudah berapa banyak kalori yang sudah kita konsumsi. Kalori yang rendah ini akan lebih efektif untuk menurunkan berat badan.
Konsumsi kalori normal untuk laki-laki dewasa adalah 2700 kalori sedangkan untuk perempuan dewasa adalah 2200. Jika kelebihan konsumsi kalori, maka tubuh akan obesitas dan rentan penyakit jantung. Selain itu kelebihan kalori justru membuat kita lemas dan mengantuk. Pernahkah Anda mengantuk setelah makan? Bisa jadi itu karena Anda makan dengan kalori berlebih.
Dengan mengganti nasi putih dengan nasi merah, Anda tetap bisa makan dengan porsi normal tanpa harus khawatir akan konsumsi kalori yang terlalu tinggi.
5. Membantu Pertumbuhan Tulang Dan Gigi
Selain mengandung vitamin B, beras merah juga mengandung vitamin D yang baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Selain vitamin B, nasi merah juga mengandung magnesium dan kalsium yang sangat baik untuk tulang. Maka jangan heran saat memakan beras merah dengan rutin, sakit sendi Anda akan berkurang. Lalu tulang dan gigi Anda juga akan lebih kuat.
Kandungan magnesium dan kalsium dalam beras merah dapat menyediakan struktur fisik tulang. Beras merah mengandung 16 mg kalsium dan 43 mg magnesium per 100 gram beras merah. Sehingga Anda akan terhindar dari kemungkinan terkena penyakit osteoporosis maupun masalah gigi jika rutin memakan beras merah. Namun tentu saja, asupan vitamin D tak hanya dari beras merah saja, Anda juga harus memenuhi kebutuhan vitamin D dari makanan lainnya seperti susu, salmon, maupun tuna.
6. Mencegah Penyakit Alzheimer
Mungkin Anda terkejut mendengar manfaat beras merah yang satu ini, apakah benar beras merah dapat mencegah penyakit alzheimer atau penyakit penurunan daya ingat yang sering dialami lanjut usia? Beras merah memang membantu untuk mencegah komplikasi hilangnya fungsi neuron di otak karena banyaknya kandungan asam gamma-aminobutyric yang meminimalisir kegiatan neuron yang tidak menguntungkan.
Tidak hanya alzheimer, khasiat beras merah juga baik untuk gangguan otak lainnya seperti amnesia maupun demensia. Maka jangan heran jika di rumah sakit Anda melihat penderita amnesia parsial atau demensia mengkonsumsi beras merah dengan tujuan pemulihan otak.
Itulah dia beberapa fakta beras merah. Memasak beras merah sama halnya dengan memasak beras putih. Namun bedanya, Anda dianjurkan memasukkan lebih banyak air agar tekstur nasi merah lebih pulen dan tidak keras. Perbandingannya adalah 1 cup beras merah dengan 4 gelas air.
13 Manfaat Beras Merah untuk Kesehatan, Cocok untuk Diet!
Sudah menjadi rahasia umum bahwa nasi beras merah dinilai lebih sehat dibanding nasi putih. Oleh karenanya, banyak orang yang lebih tertarik untuk mengolah beras merah.
Bahkan, beberapa orang menjadikannya sebagai makanan pokok ketika sedang diet penurunan berat badan. Akan tetapi, apa manfaat beras merah? Mari ketahui kandungan gizi dan manfaat beras merah lewat ulasan berikut ini.
1. Kaya akan Nutrisi
Manfaat beras merah untuk kesehatan adalah kaya akan nutrisi. Dilansir dari Data Komposisi Pangan Indonesia, 100 gram nasi beras merah mengandung berbagai nutrisi, seperti:
- Energi: 149 kalori
- Protein: 2,8 gram
- Lemak: 0,4 gram
- Karbohidrat: 32,5 gram
- Serat: 0,3 gram
- Fosfor: 63 mg
- Kalsium: 6 mg
- Zat besi: 0,8 mg
- Natrium: 5 mg
- Kalium: 91,4 mg
- Tembaga: 0,20 mg
- Seng: 0,9 mg
Berkat sejumlah kandungan beras merah di atas, tidak heran banyak orang lebih memilih untuk mengkonsumsi nasi merah.
2. Mencegah Peningkatan Gula Darah
Ternyata, khasiat beras merah juga berdampak baik untuk penderita diabetes yang sering mengalami lonjakan gula darah setelah mengonsumsi makanan.
“Indeks glikemik beras merah lebih rendah. Jika dikonsumsi secara rutin, ini bisa membantu mencegah peningkatan gula akibat asupan makanan,” jelas dr. Dyah Novita Anggraini.
3. Melancarkan Sistem Pencernaan
Menurut dr. Vita, manfaat makan beras merah dapat membantu melancarkan sistem pencernaan.
Pada dasarnya, beras merah merupakan sumber serat larut dan tidak larut yang baik untuk tubuh. Artinya, makan beras merah bisa membantu memudahkan pergerakan usus dan meningkatkan fungsi pencernaan.
Tak heran, konsumsi nasi beras merah bisa bermanfaat untuk mengatasi diare.
4. Menurunkan Berat Badan
Banyak orang yang lebih memilih mengkonsumsi nasi beras merah ketika sedang menjalani diet penurunan berat badan. Apalagi, kalori beras merah tidak terlalu tinggi.
Selain melancarkan sistem pencernaan, manfaat beras merah untuk diet ini juga bisa membuatmu merasa kenyang lebih lama. Tentunya, ini bisa membantu mengurangi rasa lapar dan sangat baik untuk menurunkan berat badan.
5. Mengandung Antioksidan Tinggi
Beras merah mengandung antioksidan yang bisa melindungi tubuh dari radikal bebas penyebab kerusakan pada tubuh.
Dikutip dari Asian-Australasian Journal of Animal Sciences, kandungan antioksidan dalam beras merah efektif untuk melawan radikal bebas. Manfaat ini diperoleh berkat kandungan fitokimia, seperti gamma-oryzanol, flavonoid, fenol, dan antioksidan lain di dalamnya.
Dengan mengkonsumsi beras merah secara rutin, ini bisa membantu mencegah terjadinya penyakit kronis pada tubuh.
6. Mengurangi Peradangan
Selain mengandung antioksidan, beras merah juga memiliki efek anti-inflamasi. Berkat perpaduan antara antioksidan dan anti-inflamasi, ini bisa membantu mengatasi peradangan pada tubuh, misalnya radang sendi.
Akan tetapi, dibutuhkan penelitian lanjutan untuk mengetahui efektivitas dari beras merah untuk mengatasi peradangan.
7. Menurunkan Kolesterol
Kandungan gizi beras merah, khususnya serat bisa membantu menurunkan kolesterol. Serat dapat mengurangi penyerapan kolesterol ke dalam aliran darah.
Untuk itu, mengonsumsi beras nasi merah secara rutin bisa membantu menurunkan kolesterol jahat.
8. Mencegah Penyakit Jantung
Fungsi beras merah dapat membantu mencegah penyakit jantung yang disebabkan oleh tingginya kadar kolesterol dalam darah.
Menurut Dokter Vita, efek makan beras merah setiap hari dapat mencegah timbulnya timbunan plak akibat kolesterol jahat dalam darah. Hal tersebut tentunya bisa mencegah terjadinya penyakit jantung.
Pasalnya, timbunan plak bisa membuat pembuluh darah menyempit, sehingga aliran darah ke seluruh tubuh akan terganggu dan menyebabkan penurunan fungsi jantung.
9. Mengurangi Resiko Wasir
Makan beras merah juga dapat mengurangi resiko wasir. Pasalnya, beras merah tinggi akan serat namun rendah lemak.
Hal ini dapat meningkatkan pergerakan usus dan mengurangi risiko sembelit, sehingga kamu tidak sulit untuk buang air besar. Oleh karenanya, kamu bisa mengkonsumsi nasi merah secara rutin, ya!
10. Mengatasi Asma
Kandungan magnesium dalam beras merah bisa membantu memperbaiki pola pernapasan.
Tak hanya itu, nasi beras merah juga dapat meningkatkan kadar oksigen dan sirkulasi darah dalam tubuh. Dengan begitu, penderita asma bisa membantu mengelola pernapasan dengan lebih baik.
11. Menurunkan Risiko Kanker Kolorektal
Antioksidan yang terkandung di dalam beras merah dapat membantu melawan radikal bebas. Umumnya, radikal bebas dapat merusak sel, sehingga mengakibatkan sejumlah penyakit, seperti kanker.
Dijelaskan dr. Vita, mengkonsumsi beras merah dapat menurunkan risiko kanker kolorektal yang muncul pada organ kolon (usus besar) atau rektum (bagian akhir dari usus besar).
12. Meningkatkan Kesehatan Kulit
Ternyata, sifat antioksidan dalam beras merah juga dapat meningkatkan kesehatan kulit, lho. Antioksidan ini bisa mengurangi risiko munculnya tanda-tanda penuaan dini, seperti kerutan dan garis-garis halus.
Selain itu, kandungan sejumlah mineral di dalamnya juga dapat menutrisi kulit dan mengatasi kerusakan kulit akibat sinar UV.
13. Menjaga Kesehatan Tulang
Makan beras merah merupakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan tulang. Pasalnya, beras merah mengandung kalsium dan magnesium.
Kedua jenis mineral ini dapat mendukung kesehatan tulang dan mencegah terjadinya radang sendi, osteoporosis, dan gangguan tulang lainnya.
Karena beras merah memiliki banyak manfaat, maka tidak perlu ragu lagi untuk mengkonsumsinya. Namun, pastikan Jaga Sehatmu dengan tidak mengkonsumsinya terlalu banyak supaya terhindar dari obesitas
Tinggalkan Balasan